PELITAONLINE.COM
twitter facebook
Jumat, 10 Pebruari 2012 15:04

"2014 Hutang Indonesia Mencapai Rp2.400 Triliun"

Oleh:
Hutang Indonesia di 2014

Jakarta, PelitaOnline - "Hutang luar negeri mencapai Rp 1.937 dan akan mencapai Rp 2.400 triliun sampai 2014."

HUTANG Indonesia mengalami kenaikan. Pada tahun 2012 ini, hutang luar negeri negara yang dihuni sekitar 230 juta nyawa manusia mencapai  Rp 1.937 triliun atau naik sekitar Rp 600 triliun dalam waktu kurang dari 5 thn. "Untuk 2012, hutang Indonesia bertambah Rp 134 triliun," tulis aktivis LSM Bendera (Benteng Demokrasi Rakyat) Mustar Bonaventura dalam rillisnya yang diterima PelitaOnline di Jakarta, Jum'at (10/2). Menurut Mustar, bertambahnya hutang luar negeri itu sangat ironis. Betapa tidak, lanjut Mustar, pada tahun yang sama, Indonesia juga harus mengeluarkan uang untuk membayar bunga hutang sebesar Rp 122 triliun atau hanya selisih Rp 12 triliun dari hutang yang didapatkan. "Dengan demikian bunga yang dibayarkan tahun ini mencapai 90% dari hutang yang didapat," katanya. Dikatakan Mustar, jika hari ini Indonesia berani menghentikan hutang baru dan mulai membayar cicilan sebesar Rp 50 triliun atau Rp 1,1 triliun perminggu maka untuk melunasi hutang pokoknya saja Indonesia butuh waktu 40 tahun. Tetapi jika yang dilunasi berikut dengan bunganya maka kemungkinan hutang itu lunas 100 tahun dari hari ini, yaitu pada tahun 2112. Dengan hitungan itu, maka Indonesia baru bisa bebas hutang di tigas  generasi kedepan. Apakah menghentikan hutang dan disiplin penghematan anggaran mampu dilakukan SBY?" tanya Mustar. Namun Mustar mengaku bahwa hal tersebut sesuatu yang tidak mungkin. Sebab, katanya, jika di bandingkan dengan total hutang dari tahu 1945 hingga 2007 yang berjumlah Rp 1300 triliun, maka hutang yang dibuat SBY dalam waktu lima tahun terakhir ini setara dengan 50% hutang Indonesia selama 67 tahun. "Disisi lain jika dilihat dari pola hidup mewah pejabat seperti pernikahan Ibas - Aliya yang capai Rp 40 Milyar atau biaya Rapat Kabinet sebesar Rp 30 Milyar pertahun serta pejabat maupun kader Partai Demokrat yang terlibat korupsi, maka sulit diharapkan SBY sanggup disiplinkan penghematan besar-besaran di semua sektor," katanya. Menurut Mustar, jka berangkat dari pertimbangan dan perbandingan hutang dari setiap presiden dalam waktu 67 tahun dan besaran hutang yang dibuat SBY dalam lima tahun serta pola hidup mewah dan korup pejabat era SBY, bisa disimpulkan bahwa penghentian atau pengurangan hutang hanya bisa terjadi  jika SBY segera diganti. "Jika SBY tidak diganti maka tahun 2014 hutang Indonesia dengan bunganya bukan tidak mungkin akan mencapai bahkan lebih dari Rp 2.400 triliun," katanya.

Berita Terkait
Kembali ke atas