KURS BELI JUAL
USD 9,234 9,326
Jumat, 18-Mei-2012
17:10:33 WIB
Menurut para tukang gigi, pasal pasal 73 ayat 2 dan pasal 78 UU No 29/2004 tentang Praktik Kedokteran dihapus tersebut bertentangan dengan pasal 28 D ayat 1 UUD 1945 tentang jaminan mendapat kepastian hukum yang adil.Menurut Anda, bolehkan tukang gigi tetap berpraktik?

Jumat, 16 Desember 2012

Kanker

Indonesia Pertama di ASEAN yang Teliti Dampak Kanker

"Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian global dengan angka mencapai 13 persen (7,4 juta) dari semua kematian setiap tahunnya”

Pembicara dalam acara Fase II Studi ACTION di JW Marriot Hotel, Kuningan (kiri ke kanan): Mike Crichton, Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr. PH, Prof. Dr. Nila Moeloek, SpM(K), dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH, Dr. Makarim Wibisono, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE.
Jakarta, PelitaOnline - Kementerian Kesehatan menyambut baik diadakannya Fase II Studi ACTION (ASEAN CosTs in Oncology Study) di Indonesia. Studi tentang dampak sosial ekonomi kanker yang akan diadakan di delapan Negara ASEAN, yang mana Indonesia menjadi negara pertama yang memulainya.

"Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian global dengan angka mencapai 13 persen (7,4 juta) dari semua kematian setiap tahunnya. 70 persen dari kematian akibat kanker terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah," kata Menteri Kesehatan (Menkes), Endang Rahayu Sedyaningsih dalam sambutannya saat pembukaan acara Fase II Studi ACTION di JW Marriot Hotel, Kuningan, Jakarta, Jumat (16/12).

Berdasarkan riset kesehatan dasar 2007, prevalensi tumor adalah 4,3 per 1000 penduduk di Indonesia. Kanker merupakan penyebab kematian nomor tujuh atau sekitar 5,7 persen setelah stroke, Tuberkulosis (TB), Hipertensi, Cidera, Perinatal dan Diabetes Mellitus (DM).

Menurut Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS), jenis kanker tertinggi di RS seluruh Indonesia melalui pasien rawat inap tahun 2008 adalah kanker payudara sebanyak 18,4 persen, disusul kanker leher rahim (10,3 persen).

Menurut Endang, selain dapat mengetahui besaran biaya yang dihabiskan untuk penderita kanker dan keluarganya selama perawatan, tentunya studi ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan berdasarkan fakta (basse evidence) yang komperehensif, mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabiliative maupun paliatif.

"Saat ini besarnya permasalahan kanker di Indonesia terutama terkait dampak ekonomi belum diketahui secara pasti. Untuk itu penting sekali dilakukan penelitin yang terkait ini. Dan ini juga sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan dan pengendalian kanker di nusantara," jelas Menkes.

Sementara itu, investigator Kepala Studi dari Pusat Kajian Ekonomi Kesehatan dan Analisa Kebijakan, Unversitas Indonesia, Prof Hasbullah Thabaany mengungkapkan, studi prospektif ini akan melibatkan 1.000 pasien yang menjalani pengobatan dan didaftar di rumah sakit pada semua tahapan kanker di delapan negara anggota ASEAN,  yakni Malaysia, Kamboja, Indonesia, Laos, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Untuk Indonesia, mendapatkan jumlah pasien terbesar, yaitu sebanyak 2400 pasien dari dua belas senter kanker di tujuh propinsi.

"Kami menyadari bahwa tanpa intervensi yang bersifat segera, beban kanker akan meningkat sangat pesat dengan tuntutan terhadap sistem kesehatan dan biaya ekonomi yang akan terlalu besar untuk ditanggung oleh negara," kata Hasbullah.



Lidya | Ilyas


David Beckham Dapat Gelar Ksatria

Ada kejadian lucu ketika bintang sepakbola David Beckham mengunjungi Athena, Yunani untuk mengambil obor api Olimpiade London 2012.
Tentang PelitaOnline.com  |   Karir  |   Kontak Kami  |   Iklan  |   Privacy Policy  |   Terms & Use