Jakarta, PelitaOnline- Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro kaget atas kabar pernikahan putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edhi Baskoro Yudhoyono atau Ibas yang menghabiskan Rp 12 miliar. Alasannya karena SBY saat ini masih sedang menjabat sebagai presiden.
"Wah, luar biasa kalau sampai sebanyak itu," kata Zuhro kepada PelitaOnline dengan nada kaget, Minggu (20/11).
Pernyataan Zuhro ini menanggapi temuan beberapa pihak, termasuk LSM Bendera yang menyebutkan bahwa pernikahan Ibas dengan Siti Ruby Alia Rajasa, putri Menko Perekonomian Hatta Rajasa menghabiskan dana sebesar Rp 12 miliar.
Menurutnya, pernikahan yang serba mewah itu sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Masyarakat Indonesia pada umumnya, kata dia, memiliki kecenderungan menggelar pesta serba mewah saat menikahkan putra-putri mereka.
Namun status Ibas dan Alia yang merupakan putra pejabat negara menurutnya menjadi kurang etis. Sebab nantinya sangat mungkin memanfaatkan fasilitas negara.
"Kurang hati-hati, karena dia anak presiden dan anak Menko. Pastinya akan beda kalau dia bukan anak presiden," jelasnya.
Perbedaan itu dapat dilihat dari jaringan dan pengaruh jabatan. Seandainya SBY dan Hatta bukan pejabat negara, maka menghabiskan biaya berapapun tidak terlalu dipersoalkan.
Besarnya biaya yang dianggarkan untuk pernikahan Ibas menuai kritik, termasuk pada SBY sendiri. Presiden yang kepemimpinannya hanya mengandalkan pencitraan itu dianggap telah melakukan hedonistik di tengah banyaknya masyarakat yang sedang merasa kelaparan.
Salah satu kritik itu dilancarkan Permadi. Politisi Partai Gerindra ini menyebut SBY hedonis, karena untuk pernikahan anaknya saja harus menghabiskan anggaran sebesar itu.
Ia juga mengaku tidak habis pikir mengapa acara pernikahan bisa menghabiskan uang sebesar itu. Padahal acara tersebut juga bisa dilangsungkan secara sederhana dan di luar Istana.
"Pak SBY itu telah melakukan hedonisme. Dia memberikan contoh betapa ucapannya tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya, tidak sesuai dengan kenyataan," kata Permadi beberapa waktu lalu.
Moh. Ilyas
"Wah, luar biasa kalau sampai sebanyak itu," kata Zuhro kepada PelitaOnline dengan nada kaget, Minggu (20/11).
Pernyataan Zuhro ini menanggapi temuan beberapa pihak, termasuk LSM Bendera yang menyebutkan bahwa pernikahan Ibas dengan Siti Ruby Alia Rajasa, putri Menko Perekonomian Hatta Rajasa menghabiskan dana sebesar Rp 12 miliar.
Menurutnya, pernikahan yang serba mewah itu sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Masyarakat Indonesia pada umumnya, kata dia, memiliki kecenderungan menggelar pesta serba mewah saat menikahkan putra-putri mereka.
Namun status Ibas dan Alia yang merupakan putra pejabat negara menurutnya menjadi kurang etis. Sebab nantinya sangat mungkin memanfaatkan fasilitas negara.
"Kurang hati-hati, karena dia anak presiden dan anak Menko. Pastinya akan beda kalau dia bukan anak presiden," jelasnya.
Perbedaan itu dapat dilihat dari jaringan dan pengaruh jabatan. Seandainya SBY dan Hatta bukan pejabat negara, maka menghabiskan biaya berapapun tidak terlalu dipersoalkan.
Besarnya biaya yang dianggarkan untuk pernikahan Ibas menuai kritik, termasuk pada SBY sendiri. Presiden yang kepemimpinannya hanya mengandalkan pencitraan itu dianggap telah melakukan hedonistik di tengah banyaknya masyarakat yang sedang merasa kelaparan.
Salah satu kritik itu dilancarkan Permadi. Politisi Partai Gerindra ini menyebut SBY hedonis, karena untuk pernikahan anaknya saja harus menghabiskan anggaran sebesar itu.
Ia juga mengaku tidak habis pikir mengapa acara pernikahan bisa menghabiskan uang sebesar itu. Padahal acara tersebut juga bisa dilangsungkan secara sederhana dan di luar Istana.
"Pak SBY itu telah melakukan hedonisme. Dia memberikan contoh betapa ucapannya tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya, tidak sesuai dengan kenyataan," kata Permadi beberapa waktu lalu.
Moh. Ilyas















